Home » Linux Dasar

Distro Apa yang Paling Bagus

14 April 2009 1,515 views 10 Comments

Ada beragam pilihan yang ditawarkan bila Anda ingin menggunakan Linux.
Bagi teman-teman yang belum pernah menggunakan Linux hal ini pasti
lumayan membingungkan. “Saya harus mencoba yang mana…???”

“Distro apa yang paling bagus…???”

Kalau anda tanya ke teman lain yang sudah menggunakan Linux. Mungkin
anda akan mendapatkan jawaban, “Memilih distro ini sangat personal,
anda coba saja beberapa sampai menemukan yang paling cocok bagi
anda..”. Jawaban ini mungkin akan membuat anda berfikir..

“Hah..???!!! sebanyak itu harus dicoba..??? mulai dari yang mana…???

Saya akan sharing perjalanan saya memilih Distro soulmate saya.. :-)

Linux yang pertama kali saya kenal adalah Knoppix, sekitar tahun
2000. Itupun hanya berupa Live CD. Karena semua kepentingan kuliah
menggunakan Windows maka Linux hanya saya nikmati sesaat, sekedar tahu.
Dan tidak berminat menginstallnya, apalagi menggunakan dalam kehidupan
sehari-hari.

Kemudian di tahun 2005 saya menghadiri seminar pengenalan Linux yang
diadakan oleh KLAUS, komunitas Linux dari UNITOMO Surabaya. Di acara
tersebut ketemu dengan teman-teman dari KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) yang mengajak bergabung ke komunitas tersebut, eh baru ngeh kalau Linux ada komunitasnya :-)
Setelah sering berkunjung ke sekretariat KLAS dan ikut cangkruk bersama
temen-temen KLAS yang lain, yang sebagian besar terdiri dari pria-pria ganteng
yang udah malang melintang menggunakan Linux. Akhirnya saya mulai
mengenal beragam distro Linux. Mulai memperhatikan saat mereka
menginstall Linux.

Distro yang pertama saya intsall Red Hat 4 (kalau gak salah),
kemudian mencoba Arabian Linux, terus mencoba Mandriva 2005, mencoba
Ubuntu 5.10, Kubuntu 5.10, Knoppix, Simply Mepis, Open Suse, Fedora,
Slackware, Blangkon, Kuliax, DSL, IGOS Nusantara, PC Linux OS dan
Debian. Wah ternyata banyak juga yang saya cicipi. Sampai kemudian saya
sempat setia dengan Mandriva. Lalu ganti PC Linux OS selama beberapa
bulan. Saya menginstall di PC saya, dan menggunakannya untuk kebutuhan
sehari-hari. Saya suka karena simple, gak neko-neko.. Tapi lama-lama
saya bosan sehingga ganti Debian.

Setelah mencoba menggunakan distro-distro Linux di atas, akhirnya
saya menemukan soulmate saya yaitu Mandriva. Apakah saya merasa
Mandriva yang paling bagus..??? Tidak, semua distro yang saya coba
bagus, tapi dengan Mandriva saya merasa NYAMAN. Karena alasan-alasan
dibawah ini:

- warnanya dominan biru, saya suka banget warna biru. Bagi wanita warna itu sangat penting :-) Biarpun semua distro bisa diganti warna menjadi biru, tetapi saya merasa birunya Mandriva benar-benar pas buat saya.

- menggunakan KDE, saya suka dengan KDE daripada GNOME, entah kenapa.

- saya suka dengan perintah rpm -ivh bla.. bla.. bla.. dan
saya sering berhasil menggunakan perintah tersebut. Pernah coba install
program dengan apt-get dan dpkg tapi rasanya masih suka rpm.

- Hardware yang saya miliki kebetulan bisa di deteksi semua oleh Mandriva..

Sebenarnya alasan saya diatas sungguh sangat sederhana… :-)
Sampai saat ini, saya tidak ingin meninggalkan Mandriva walau kadang
gak tahan untuk tidak mencoba distro baru yang lagi rilis. Menggunakan
mandriva tuh serasa memeluk bantal berbentuk hati, empuk, hangat, dan
nyaman…

Dan kalau sudah kadung cinta, susah sekali untuk pindah ke lain hati… :-)

Nah temen-temen gimana? Distro apa yang paling disukai? Kenapa?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Top incoming search terms for this post

10 Comments »

  • rio2000 said:

    saya baru pernah coba ubuntu, blankon sama gOS Live CD

  • Avanca Linux said:

    Memang kalo sudah setia sama satu hati, susah untuk pindah ke lain hati.
    Cinta sejatiku adalah Fedora. Kesetiaanya menemani hari-hari ku dalam menggunakankomputer server yang aku kelola…sungguh luar biasa.
    Terbukti Fedora selalu terjaga kondisinya siang dan malam tanpa tidur sedikitpun, demi melayani request halaman web dari internet. Dan tidak pernah down.
    Meski busana yang dipakai cuma berwarna text hitam tanpa warna biru langit sebagai defaultnya, tapi saya cukup puas kok.

    salam kenal & salam Open Source.

  • bayoe said:

    debianku juga dominan biru loh mbak,, wkwkwkwkwkwk..
    campur aduk tampilannya,,
    desktop GNOME,
    metacity KDE4,
    Icon + Scrollbar MacOS X

  • Mboenkz41 said:

    Vote untuk peringkat 3 distrowatch. . Linuxmint!!

  • st sabri said:

    coba gentoo, sekali nyoba tidak ingin berganti …..

    salam
    ./sts

    [ wah pak Sabri suka Gentoo juga ya pak.. :-) ]

  • Deogracias said:

    Kalau aku sich lebih suka pake Ubuntu,selain berbasis Gnome yang tampilannya menyerupai Windows Ubuntu juga easy user..

    Bener ga sich..??
    Maklum masih newbie mohon petunjuk dari para suhu…

  • Dhanie (author) said:

    bener banget Deogracias.. Ubuntu juga asyik, mudah kalau mau nambah2 program aplikasi, dari repository baik yang dari DVD repository maupun yang download repository..

  • tuxlin said:

    wah kita sama, ane juga pecinta mandriva n pclos,hehehe… alasanye sama,simple n warna biru… udah gtu gak repot instal codec mulmed dll… salam kenal yah!

  • Jeppy said:

    Ubunchuuuuu!!!! heehee

  • irzan2010k said:

    kalo dulu cinta pertama saya mandriva 2005, meskipun gak sampe khatam saya tetap cinta mandriva. tapi sekarang saya malah pake slackware (aneh ???) hehehehe.. yah itung2 belajar jadi advanced hehehe..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.